Minggu, 27 Juli 2014

HEALTHY SNACK

EASY KIWI'S YOGHURT



Pingin makan tapi takut gemuk? Malam itu saya laper, tapi inget lagi diet jadi pingin makan berat mikir dua kali haha. Mungkin snack ini bisa jadi alternatif yang menyehatkan buat kamu. Paduan potongan buah segar dengan yoghurt sangat baik untuk pencernaan. Saya memakai potongan buah kiwi, dapat diganti dengan buah apa saja yang anda sukai. Rasa yoghurt yang bervariasi bisa dipadukan sesuai selera.


WHAT WE NEED

1 yoghurt
potongan buah
mangkok
pisau



STEP 1

Potong buah sesuai selera


STEP 2

Tuangkan yoghurt ke dalam mangkok


STEP 3

Masukkan potongan buah ke dalam yoghurt, tata sesuai selera.



VOILA!!! DONE!!! SUPER SIMPLE AND EASY!!!
selamat mencoba~


MAKE UP!

EYELINER


Sudah setua ini masih belum juga bisa dandan, malu-maluin haha. Nyoba pake eyeliner sendiri ternyata lumayan gagal. Nggak rapi dan belepotan. Semoga aja dengan memperbanyak latihan bisa semakin rapi :D


FLASHBACK




FLASHBACK


Apasih Flashback itu?

Menurut saya sendiri "FLASHBACK" berarti memutar kembali atau mengulang kembali, entah itu berupa suatu benda mati (karya seni film, drama, buku, dsb), perasaan, memori, ingatan, masalah, maupun suatu bentuk kegiatan lain yang dapat di-recall kembali.


Dari hasil browsing mbah google :

kilas balik
      n 1: transisi (dalam karya sastra atau sandiwara atau film) untuk
           sebelumnya acara atau pemandangan yang interrupts normal
           kronologis perkembangan cerita [ant: (
flash-forward)]
      2: hidup yang tidak diharapkan tetapi perulangan dari pengalaman masa lalu
         (khususnya yang kambuh dari efek yang
         obat hallucinogenic diambil banyak sebelumnya)
[N] (Memori): fakultas (): memori, ingatan, kenangan,
 pengakuan, ingatan, kambuh, kilas balik, kembali,
 retrospeksi.



Saya mencoba untuk melakukan kilas balik atau "FLASHBACK" secara pribadi. Akhir-akhir ini saya sering merasa kesepian. Berbeda dengan kesendirian, tidak sendirian seperti kelebai-an di film-film. Mungkin hanya perasaan saja atau entahlah.

Dunia perkuliahan semester ini sangat menyita waktu para mahasiswa angkatan 2012 di fakultas saya. Tugas-tugas menumpuk, kegiatan diluar akademik seperti kepanitiaan, libur yang terjepit (tentunya dimanfaatkan untuk pulang kampung) dan transisi perubahan menuju mahasiswa tingkat atas. Hampir semua anak asik bergumul dengan kesibukan itu, namun ada juga yang terjebak atau tersesat, maupun kabur dari rutinitas itu. Kabur untuk selamanya dan bisa saja bertemu lagi di semester depan. HAHA.

Saya sendiri akhirnya menyadari apa yang saya inginkan dalam hidup. Disisi lain tidak dapat begitu saja kabur meninggalkan realitas. Konflik batin membuat saya ingin menarik diri dari semuanya, semua hal. Kesepian dan kesendirian sering mewarnai kehidupan pada semester 4 ini. Mungkin trauma akan trust issues terhadap beberapa oknum mendoktrin otak saya dengan tegas berkata "CUKUP TAU". Menimbulkan ketakutan untuk kembali percaya setelah datangnya kekecewaan-kekecewaan itu.

Sejak kecil, kehidupan membawa saya untuk selalu menjadi “petualang”. Seringnya berpindah tempat serta ketidakmampuan untuk memilih sesuatu membentuk karakter saya hingga sekarang. Sebenarnya saya adalah seorang planner sejati, akan tetapi realita seringkali memutarbalikkan harapan. Jadi ya, mohon harap maklum dengan kecuekan atau keapatisan saya.

Hari minggu ini terjadilah sebuah keajaiban, seakan-akan telah menjawab semua pertanyaan keraguan saya. Sepertinya Tuhan telah menjawab doa sang pertapa dengan seribu kebajikan dan kebijaksanaan. “Hidup itu seperti berjalan diatas seutas tali.” Disisi lain kita harus terus melangkah ke depan jika ingin maju, tetapi disisi lain kita juga harus bisa membuang keegoisan kita agar tidak terjatuh. “Ikhlas untuk berubah”. Kita berjalan pada tali yang masing-masing individu pun berbeda, tetapi kita saling bergandengan dengan orang lain di tali-tali lain. Semuanya itu tidak hanya tentang diri kita sendiri, tetapi bagaimana posisi kita dengan orang lain. Kita ini Zool Politicon, ya makhluk sosial.

Kita bukanlah manusia yang sempurna. Kesempurnaan hanya milik Tuhan. Maka sudah sewajarnya kita pasti akan berbuat salah kok. Saya belajar bahwa untuk melanjutkan hidup kita  itu berarti juga melanjutkan hidup untuk orang lain. Bukalah diri kita sebebas mungkin, baik secara pemikiran, tindakan, atau pun perasaan. Jangan sampai kita terjebak dengan ‘pemikiran kolot’. Teruslah berusaha untuk menjaga keseimbangan antara diri sendiri dengan sesama. Luangkanlah waktu untuk “mem-flashback” setiap kejadian yang terjadi. Jadikanlah sebuah pembelajaran, baik buruknya, susah-senangnya, pahit-manisnya agar kelak kita tak perlu mengeryutkan kening(MENYESAL) saat nanti melakukan “FLASHBACK”.


Salam,

Nindy a.k.a Nino



PUSTAKA

http://id.w3dictionary.org/index.php?q=flashback

Senin, 12 Mei 2014

TAKE A LOOK CLOSER

Take a look closer
Take a look closer, won't you?
See me through the rain
Wait for a sun to shine

Come to see me now
Come to see me now
I've got a smile for a new life
Wait until you come

They say "Life it's hard, die is easy"
I know 
But If I'm with you, my life would be different
I know

Faraway from the beginning
Our state of love
Like a dreams, it happens so fast
What are we become?




At this time, I don't know what is really going on. I tried the best I can do to fix everything, but I can't. I'm only human. 

For the best, I must do what I should do. Getting done my assignments. But my heart cannot be bruised anymore. Tired to live like this. My soul was high, driven by intuition. All I really want is just thinking and doing art and music things everyday. I don't like this kind of situation right now. So frustated til I don't have any words to decribe it.

Not just pretty tiring, but I was teared and broke. 


Tears, Nino

Minggu, 20 April 2014

EMMA WATSON

   

  Just browsed recently about her. Love the way she thoughts, looks and everything about her. She is one of the best role model for girls I think. Stunningly beautiful, wise and smart. Cool. Anyway, here's some quotes that I took from websites.


From
http://www.telegraph.co.uk/culture/film/starsandstories/9571818/Emma-Watson-interview-why-shes-happy-to-be-over-Harry-Potter.html

“When I started dating I had this kind of Romeo and Juliet, fateful romantic idea about love which was almost that you were a victim and there was a lot of pain involved and that was how it should be,” she says. 
“Shakespeare said the course of true love never did run smooth, and I had this sense that it had to be painful. It was such a revelation in Perks of Being a Wallflower to realise that it shouldn’t be that way and that you get to choose who you love and who you decide to give your heart to.
“It sounds like a cliché but I also learnt that you’re not going to fall for the right person until you really love yourself and feel good about how you are.” She pauses, looking slightly embarrassed, and says: “Well, that was revelatory to me.”
Then, sounding very worldly, she adds: “But it’s a journey and the sad thing is you only learn from experience, so as much as someone can tell you things, you have to go out there and make your own mistakes in order to learn.”


SO TRUE INDEED. LOL

From
https://id.celebrity.yahoo.com/blogs/blog-editor/sembilan-sisi-lain-kehidupan-emma-watson-063119260.html
Tidak heran Watson sangat cocok memerankan karakter Hermione Granger; kebijaksanaannya melebihi usianya, apalagi untuk urusan cinta dan kehidupan. Contohnya, dia memberikan sebuah kutipan untuk Vogue pada 2011 saat dia bersiap untuk meninggalkan karakternya yang cerdas dan suka memerintah di film “Harry Potter”. “Saya tidak ingin ketakutan akan kegagalan menghalangi saya melakukan apa yang saya suka,” ucapnya. 

Tahun berikutnya, Emma menyampaikan pendapatnya mengenai hubungan asmara pada surat kabar Inggris The Telegraph. “Kedengarannya memang klise, tapi saya belajar bahwa Anda tidak akan bisa jatuh cinta dengan orang yang tepat sampai Anda benar-benar mencintai diri Anda sendiri dan merasa nyaman dengan diri Anda,” kata Emma.


http://hqwallbase.com/45044-emma-watson-wallpapers-emma-photos-desktop/


I've learned that being in love is not that simple. It may brings us happy all day, but in the other side it could make us sad too. Relationship between two people is difficult, we have to accept all the differences. 
Sometimes when I'm so sure about something, you don't. I don't know what's in your mind. Mind tricks. Yes, I'm studying psychology, but I'm not a psychic darl! 
Just don't overthinking about it and let it be. The right time will come. I know, hoping here. Like my friend, Hayu always said " Right time, right place, right person, and right situation."

" You’re not going to fall for the right person until you really love yourself and feel good about how you are ". -Emma Watson-


Bisous xx

Selasa, 15 April 2014

Free Your Mind

Free your mind. Baby. Yeah.


    Suatu ketika saat sedang bersantai, saya tersadar bahwa kita terbiasa mengikuti alur mekanistik dunia kapitalisme masa kini. Siapa sih jaman sekarang yang tidak mendewakan uang, harta benda dan wanita? (haha buat yang cewek ya mendewakan pria). Kalo dengerin obrolan cewe kampus isinya cuma cowooo melulu, kayak nggak ada cerita lain aja.

    Sinar mentari yang akhir-akhir ini malu untuk menyapa manusia, dikalahkan oleh keberanian si hujan deres. Yes! Surabaya adem. Cucian gue apakabar? HAHA
Sejenak membawa angan untuk berlabuh di pulau kapuk, merenungkan berbagai hal. Kamar dirumah tante saya ini memang menyenangkan untuk bersantai, desain interior minimalis dengan pemandangan pepohonan di perumahan yang asri. Terlebih sehabis hujan. Sehingga seringkali tante hanya dapat berdehem menyindir kemageran saya.

    Heidegger menyebut manusia dengan Dasein (ada di situ atau ada di sini). Dasein adalah khas manusia sebagai mahluk yang memiliki pengertian tentang Ada. Ada tiga sifat yang menandai keberadaan Dasein yaitu "faktisitas", "eksistensialitas" dan "kemerosotan".
Faktisitas adalah kenyataan bahwa manusia, diluar kemauannya, terdampar di dunia dengan kondisi dan situasi tertentu. Faktisitas ini mengandaikan kebebasan eksistensial manusia untuk mewujudkan kemampuan dan menentukan diri, masuk ke eksistensialitas dimana manusia memikul tanggung jawab pribadi untuk membentuk hidupnya sendiri.
Sedangkan "kemerosotan" adalah keadaan ketika manusia cenderung untuk menyesuaikan diri dengan dunia sekitar, akibat kurang penghayatan terhadap eksistensialitasnya. Di sini manusia tidak autentik lagi. Untuk mengatasi kemerosotan ini, menurut Heidegger, adalah dengan mengenal Angst (rasa takut tak berobyek).
Angst dapat muncul jika manusia membuka diri bagi suara hati. Suara hati dapat mengingatkan manusia dari kelupaannya dan kembali menerima eksistensialitasnya sehingga kembali menjadi manusia autentik.

    Suara hati. Apasih. Malah bercanda.
Pernahkan kalian terpikir untuk benar-benar mendengarkan suara hati kalian?

    Ini terjadi saat saya mulai belajar untuk mencari bukti "makna" dari setiap hal yang telah dilakukan, terasa adanya "kemerosotan" pada anggapan faktisitas dalam kehidupan saya. Setiap pagi ke kampus udah kayak ZOMBIE. Bed-head, gaya serampangan, mata panda pake sikap ngeselin. Ini orang rese banget yah. Diusia mendekati 20 ini, cie, sudah waktunya saya mulai memperjuangkan "eksistensialisme saya sendiri. Cukup sudah berenang dalam kolam arus yang empunya sendiri pun tidak tahu-menahu arah yang dituju. Mengingat masih berkutik pada masalah antara lanjut perkuliahan psikologi atau mengejar mimpi seni.

   Saya bukanlah orang yang egois sebenarnya, tetapi melihat ke belakang yang sudah terjadi dalam kehidupan dulu membuat saya berpikir ulang. Harus berani mengambil sikap. Mau sampai kapan kayak gini, hah!

   Melihat kenyataan disekitar, saya sangat bersyukur kepada Yang Maha Kuasa. Diberi kelimpahan yang berlebih dibanding teman-teman yang mungkin kurang beruntung. Ada manusia yang memiliki itikad baik meskipun ia tau dunia ini kejam. Ada juga yang menyerah begitu saja lalu terjun ke dalam arus percobaan.
Beberapa malaikat itu membuat saya tertegun. Dengan segala keterbatasan para malaikat itu terus berusaha menerjang arus. Wajahnya selalu berhiaskan senyum meskipun saya tau betapa beratnya ia menahan diri untuk tidak bersedih.
Saya ingin sekali membantunya. Pada akhirnya terjun juga. Walaupun tidak terlalu mengurangi beban beratnya. Tetapi saya bahagia melihat secercah harapan itu sempat tergambar diwajahnya. Malaikat itu.
Dengan rendah hati mereka masih menyimpan tenaga untuk membantu saya berdiri diatas masalah saya sendiri. Salut. Terimakasih para malaikat, entah bagaimana hidup saya tanpa kehadiran kalian.

    Sudah saatnya kita mulai bijaksana dalam menyikapi problematika hidup. Kata orang "Wise in choosing". Sekarang saya mengerti maknanya. Dulu sih cuma suka sok-sokan ngomong ke orang lain.

Semua usaha telah dikerahkan untuk mencari kepastian, tinggal menunggu hasil yang terbaik. Amin.

   Akhir kata, ini bukan makalah atau karya tulis. Cuma buah pemikiran saya. Anda harus memilih, mau menyerah atau berusaha? Saya memilih untuk tetap berusaha.



Ini bukan akhir. Jalan masih panjang. Terus berjuang kawan!





SUMBER

http://upek_saka.blog.de/2005/07/19/mencari_manusia_autentik/

 

Rabu, 18 September 2013

HELLO WORLD (AGAIN)

Saat menulis postingan blog ini saya sedang mengambil cuti kuliah sementara waktu. Ada kerjaan baru? Tidak, saya sakit. Tempo hari pada badan saya muncul bintik-bintik merah dan demam, gejala infeksi virus-kecapean kata dokter. I've drilled myself too much, haven't I?

Saat ini saya memutuskan untuk nge-blog, ingin sekedar mencurahkan pikiran saya beberapa hari ini. kebebasan ini membuat saya sadar. Bukan psikologi hal yang benar-benar ingin saya pelajari. Ada hal yang sangat ingin saya kejar. Musik.

Melihat kejadian masa lalu yang tidak memungkinkan untuk menekuni musik, lantas pikiran saya bercabang. Diantara realitas sekarang sebagai mahasiswa tahun kedua di psikologi bertentangan dengan keinginan saya untuk menjadi musisi yang sedemikian kuat. Jujur saya capek sama tetek bengek perkuliahan di psikologi. Bukan hanya karena masalah internal dan eksternalnya, tapi ini bukan 'GUE BANGET'.

Ya, tersadar sekarang bahwa sejak kecil hal yang selalu konsisten saya lakukan adalah bernyanyi dan bermain musik. Sayang cuma sayang, sifat mudah bosan saya mengakibatkan ketidakfokusan dalam menekuni musik. Sempat beberapa kali mengambil les musik dna vokal, namun bosan. Itu saja, saya menyerah. Penyesalan datang sekarang. Jika saja dulu saya memiliki komitmen dan semangat tinggi dalam bermusik, saya sudah menjadi musisi. Bukan dilihat dari sukses tidaknya, tetapi menjadi orang seperti yang saya inginkan. To be what I always wanted to be.

Kepercayaan diri yang rendah adalah titik permasalahan terbesar saya hingga saat ini. Dengan cuek saya terlalu naif berpikir bahwa semuanya akan baik-baik saja, namun jauh dalam tindakan nyatanya selalu ada bayang-bayang pesimistis. Poin inilah yang sekarang jadi pe-er saya. Karena meskipun pada akhirnya mungkin tidak menggeluti kancah musik, semua bidang juga memerlukan kepercayaan diri yang baik. Nyokap pernah bilang, " Bukannya Ibu nggak mau kamu jadi seniman. Tapi pikir aja, kalau kamu sendiri tidak punya keperayaan diri dan keyakinan terhadap hasil karyamu, gimana kamu bisa buat orang lain percaya? "

Kata-kata beliau seakan menampar muka saya terlampau keras. Itu benar. Jadi sebab itulah mengapa saya berada di psikologi sekarang seperti anjuran kedua orangtua saya. Bukannya saya benci atau tidak menyukai psikologi. Suka kok. Tapi bukan ini hal yang ingin saya pikirkan setiap hari, apalagi untuk diperjuangkan. Bukan, bukan ini.

Bagaimana saya bisa menjadi seorang psikolog yang baik jika saya sendiri tidak bisa menyelesaikan masalah saya sendiri. Ironis. Belajar mendengarkan orang lain? Saya lebih suka bertindak sebagai pembicara, bukan pendengar. Kasian amat orang yang nanti saya konseling. Saya tidak mau jadi orang yang bekerja hanya untuk mencari uang. Saya ingin lebih. Saya harus jadi 'ORANG YANG SAYA INGINKAN'.

Sementara ini saya bersabar, berkutat dalam kenyataan. Tugas dan pelajaran yang mulai berat pada tahun kedua ini semakin membuat saya berpikir terus untuk mendekati impian menjadi musisi. Bingung. Terjebak. Ingin keluar, tetapi tidak tahu kemana dan bagaimana untuk memulai. 

YASUDAH
Jalanin aja ini dulu. Berharap impian saya akan jadi kenyataan.
Semoga ada pencerahan. Hingga saat itu tiba, bolehkah saya terus berharap?





Evening