Created using PAINT and photos from http://fc03.deviantart.net/fs70/i/2013/208/8/e/rain_drops_wallpaper_ii_by_ssgtsyms-d6dc4b7.jpg
Tampilkan postingan dengan label KISAH SAYA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KISAH SAYA. Tampilkan semua postingan
Kamis, 23 Oktober 2014
Sekilas Pemikiran
PERBEDAAN
Apakah
kita memang diciptakan berbeda satu sama lain di dunia ini?
Kendati
kita semua pada dasarnya merupakan manusia yang sama, jurang pemisah antara
individu semakin terasa dalam. Fenomena ini sering saya temukan dalam kehidupan
sehari-hari. Tidak perlu melihat yang jauh antara stratifikasi pada aspek
lapisan tertentu, dalam pergaulan saja kita cenderung untuk selektif dalam
berteman. Entah memilih dari sisi apa, terkadang saya pun cenderung seperti
itu.
Seakan
terhanyut dengan arus kehidupan yang materialistik, mekanistik dan mungkin
over-humanistik, kita berusaha untuk memanusiakan manusia tetapi lupa untuk
mengenali apa itu manusia sendiri. Berbagai media, sarana-prasarana serta
kecanggihan ilmu seakan menjadikan kita sebagai budak subjek dan objek tanpa
memandang arti lebih jauh ke dalam. Manusia lupa untuk menggunakan hati
nuraninya akan makna sebuah kehidupan, terlampau sibuk menyelami lautan tak
berujung.
Saya
sendiri beberapa hari ini merasa cukup gila karena ikut mengejar lautan tak berujung.
Antara realita, ambisi, kemampuan dan keinginan. Mereka saling berkaitan erat
satu sama lain, namun diam-diam dapat saling melukai. Bicara soal mimpi, saya
memiliki sebuah impian dalam waktu dekat ini. Merasakan adanya kenikmatan batin
saat melakukan perform musik baik
bersama band maupun solo vokal. Ada
semacam dorongan yang meminta saya untuk terus melakukannya, bukan sekedar
perkara menang kalah atau penghargaan. Saya hanya menyukai euphoria saat terbawa alunan musik, “nge-fly” bersama diatas pangggung.
Mungkin dengan sedikit zat adiktif atau psikotropika akan lebih mudah untuk mendapatkan
“sensasi” tersebut daripada secara nyata mesti manggung. Tapi mungkin tidak
akan saya lakukan.
Laki-laki
adalah kelemahan perempuan, begitupun sebaliknya. Tren masa kini membuat hampir
sebagian besar remaja maupun yang tua merasakan gejala “galau”. Perasaan tidak
menentu yang membuat kita terus kepikiran akan sesutau yang tak pasti.
Sejujurnya saya kurang menyukai keadaan ini. Hidup itu punya banyak warna,
tidak seharusnya hanya kita warnai dengan kelabu. Sayang “efek pengkodisionalan”
masa kini telah meng-setting kita
untuk tinggal pada nuansa tersebut. Kata pepatah “tak akan lari gunung dikejar”
mungkin dapat menjadi jawaban. Mungkin kita dapat belajar untuk tidak terlalu
“hopeless-romantic” mengejar cinta. Sebab beliau juga tidak akan lari dari
kehidupan secara harafiah, lari dari kita ya bisa jadi karena takut.
Orang
jaman sekarang cenderung egois.
Tidak
mau menghargai perbedaan.
Cuek.
Suka
seenaknya sendiri.
Itulah
beberapa anggapan dari kita yang sering terlontar dalam percakapan sehari-hari.
Bisa dikatakan manusia masa kini terlihat kurang baik dalam berperilaku. Tetapi
sebenarnya sejauh apakah kita dapat menghakimi perilaku seseorang?
Melalui
suatu ilmu yang dikatakan dapat mengetahui perilaku manusia?
Melalui
ajaran dogmatis tertentu?
Melalui
pemikiran kita sendiri?
Kata
orang lain?
Bukankah
hanya Tuhan yang tau keadilan baik-buruk sesungguhnya? Kita manusia senang
melempar kata sembarangan dari mulut tanpa benar-benar memperdulikan akibatnya.
Kita
senang membeda-bedakan satu sama lain tanpa berpikir lebih jauh. Lain dikata,
lain di hati, berbeda pula dalam perbuatan.
Perbedaan.
Laki-laki
dan perempuan itu sudah jelas berbeda. Ketika menemukan suatu ketidaksamaan, ya
harap dimaklumi. Wong memang beda.
Namun cobalah untuk saling mengerti. Perbedaan itu bukan alasan negatif untuk
membenarkan suatu kesalahan. Dan untuk masalah persamaan hak dan kewajiban,
pada era semaju ini sudah tidak saatnya lagi saling mengadu domba.
Sudah
saatnya kita tidak lagi memandang “beda” antara aku, kamu, dia, beliau, kau,
mereka ataupun kita. Hakikatnya kita adalah sama. Manusia yang satu. Yang
diciptakan Sang Pencipta yang sama. Untuk apa saling mencaci dan mencerca?
Perbedaan itu memang nyata dan akan selalu ada. Tetapi bukan untuk dijadikan
sebagai “kambing hitam” pada segala aspek kehidupan. Lihatlah segala seuatu
dari berbagai aspek hingga sisi-sisi kedalaman yang tidak terselami. Kita tidak
akan pernah bisa berdiri sendiri tanpa orang lain.
Tataplah
dalam-dalam kepada mata setiap insan pada saat kau bertemu dan berinteraksi
dengannya. Apakah benar kita jauh berbeda? Apakah hanya karena pelapisan yang
saya tidak tau sedang anda pikirkan, tetapi apakah kita benar-benar berbeda? Apakah
karena kulit tipis perbedaan fisik, ras, suku dan agama yang memisahkan kita? Cobalah
untuk memahami dan belajar menggunakan hati. Bukan lalu menjadi makhluk lemah
yang minta dikasihani, sebaliknya kasihilah orang lain. Sesamamu. Seperti kamu
mengasihi dirimu sendiri. Sebab kita adalah sama.
Senin, 29 September 2014
MUSIC, LOVE, LIFE
Saat ini saya sedang berada di lab statistik di fakltas saya. Setelah sejak beberapa jam lalu browsing musik, entah terpikir untuk melakukan sesuatu yang produktif, salah satunya dengan menulis postingan ini.
Soal hidup, saya mulai terbiasa untuk menyerahkan segalanya kepada Tuhan. Berusaha untuk tidak lagi memaksakan keegoisan saya, dan cukup menjalani kewajiban dengan sebaik-baiknya. Dan berharap bahwa Tuhan akan memberikan kejutan yang jauh lebih baik dari yang saya harapkan. Walaupun terkadang terasa berat, namun saya percaya ini adalah hal yang baik.
Mengenai cinta, setiap orang pasti pernah merasakan cinta. Baik dari orangtua, anak, pasangan, teman, makhluk hidup lain. Setelah sekian tahun berusaha untuk menyukai, saya tersadar apa cinta itu. Kemarin sempat melihat postingan pm teman saya di bbm, yang pada intinya, saat kita mencintai maka kita akan menjadi lebih bertoleransi terhadap sesama dan diri sendiri.
Ingin sekali saya dan band saya mengikuti ajang kompetisi, namun waktu belum tepat. Terkadang saya merasa lelah harus terus menjadi sosok yang mengejar mereka. Apakah hanya saya yang punya inisiatif?
Saya belajar bahwa dalam hidup, hidup itulah sendiri yang harus kita jalani. Seringkali kita terjebak dalam perjuangan kerasnya hidup atau berpasrah dengan galau. Tuhan, pencipta kita sudah mengatur hidup kita sedemikian rupa dengan indah. Bukanlah indah jika kita menjalani hidup dengan melakukan segala seuatunya sebaik-baiknya dan menyerahkan semuanya kepada-Nya. Jika memang itu yang dikehendaki-Nya, maka ia akan memberikannya kepada kita. Sebab kita manusia hanyalah makhluk fana yang selalu berusaha terlihat nyata.
Soal hidup, saya mulai terbiasa untuk menyerahkan segalanya kepada Tuhan. Berusaha untuk tidak lagi memaksakan keegoisan saya, dan cukup menjalani kewajiban dengan sebaik-baiknya. Dan berharap bahwa Tuhan akan memberikan kejutan yang jauh lebih baik dari yang saya harapkan. Walaupun terkadang terasa berat, namun saya percaya ini adalah hal yang baik.
Mengenai cinta, setiap orang pasti pernah merasakan cinta. Baik dari orangtua, anak, pasangan, teman, makhluk hidup lain. Setelah sekian tahun berusaha untuk menyukai, saya tersadar apa cinta itu. Kemarin sempat melihat postingan pm teman saya di bbm, yang pada intinya, saat kita mencintai maka kita akan menjadi lebih bertoleransi terhadap sesama dan diri sendiri.
Ingin sekali saya dan band saya mengikuti ajang kompetisi, namun waktu belum tepat. Terkadang saya merasa lelah harus terus menjadi sosok yang mengejar mereka. Apakah hanya saya yang punya inisiatif?
Saya belajar bahwa dalam hidup, hidup itulah sendiri yang harus kita jalani. Seringkali kita terjebak dalam perjuangan kerasnya hidup atau berpasrah dengan galau. Tuhan, pencipta kita sudah mengatur hidup kita sedemikian rupa dengan indah. Bukanlah indah jika kita menjalani hidup dengan melakukan segala seuatunya sebaik-baiknya dan menyerahkan semuanya kepada-Nya. Jika memang itu yang dikehendaki-Nya, maka ia akan memberikannya kepada kita. Sebab kita manusia hanyalah makhluk fana yang selalu berusaha terlihat nyata.
Kamis, 21 Agustus 2014
KEHARUSAN
Keharusan
Selasa, 19 agustus 2014
16:00-16:47
Harus
berarti wajib dilakukan atau dengan kata lain tidak ada pilihan selain memang
dilakukan.
Suatu
sore menjelang senja saya sedang mati kebosanan di dalam mobil. Bibir saya
pecah-pecah sampai berdarah, oke itu hanya selingan. Pada intinya saya kesal.
Apakah memang dalam hidup ini kita harus melakukan sesuatu?
Disini
saya ingin mengambil arti yaitu keharusan dalam melakukan sesuatu pada
idealisme. Pola kehidupan masyarakat moderen menuntut kita menuruti persepsi
kehidupan ideal yang digambarkan. Estetika, baik itu fisik maupun penampilan,
kekayaan dan keberhasilan mendorong manusia berlomba-lomba meraih yang
terbaik.
Tetapi
apakah itu merupakah suatu keharusan?
Apakah kita harus melakukannya demi
mencapai gambaran 'ideal' tersebut?
Saya
ragu
Harus?
Diusia
ke duapuluh tahun ini merupakan gerbang awal menuju kedewasaan. Mungkin secara
umur saya sudah cukup tua, namun dari sisi psikologis dan tanggung jawab masih
sering dianggap seperti anak kecil.
Banyak
orang yang menggantungkan berbagai ekspektasi kepada saya. Dari tinggi hingga
rendah yang secara tidak langsung mengharuskan untuk dihadapi. Sekali lagi saya
bertanya, HARUSKAH?
Secara
logika suatu angka jika dijumlahkan akan menghasilkan angka yang lebih besar
lagi, terkecuali jika angka itu minus. Jika kita melakukan sesuatu yang
seharusnya dan kita lakukan terus maka akan bertambah pula sesuatu itu. Kata
orang, semakin banyak pengalaman maka semakin bagus. Baik maupun buruk.
Tetapi
apakah dalam hidup HARUS begitu?
Saya
rasa ada suatu misteri yang bahkan orang terjenius maupun tereligius sekalipun
tidak akan dapat memberikan jawaban secara konkrit. Sebab kita manusia tidak
akan pernah mengetahui pasti hidup kita akan seperti apa. Yang kita tau pasti perubahan bersifat konstan. Segala
sesuatu pasti berubah, itu yang pasti. Bukan merupakan keharusan, tetapi pasti
berubah tanpa siapapun berhak untuk mengharuskannya.
Yang
saya takutkan kini apakah dengan melakukan KEHARUSAN
maka hidup saya akan terjamin dengan baik?
Atau
saya memilih untuk berpasrah atau lari dari ekspektasi orang lain?
Bukankah
berat jika nanti hidup memutarbalikkan ekspektasi saya sendiri ditambah
cemoohan dari orang lain? Ya, saya tau sih mereka berani amat ngomong tanpa tau
situasi saya yang sebenarnya. Tapi begitulah hidup.
Hidup
merupakan suatu keharusan yang kita sendiripun tidak bisa mempertanyakan
sebenarnya siapa, apa, bagaimana, dimana, kapan-KAH KEHARUSAN itu sendiri.
Ternyata
kekesalan dan kekecewan masalah pribadi saya bisa berbuah menjadi sebuah
tulisan indah ini. Good job buat otak saya haha.
Senin, 11 Agustus 2014
HURTS
Hey! just made this quote. Trying to describe what I'm feeling now, but it's really hard to write a nice sentences nor some decent words. Almost midnight and I can't sleep.
Minggu, 27 Juli 2014
HEALTHY SNACK
EASY KIWI'S YOGHURT
Pingin makan tapi takut gemuk? Malam itu saya laper, tapi inget lagi diet jadi pingin makan berat mikir dua kali haha. Mungkin snack ini bisa jadi alternatif yang menyehatkan buat kamu. Paduan potongan buah segar dengan yoghurt sangat baik untuk pencernaan. Saya memakai potongan buah kiwi, dapat diganti dengan buah apa saja yang anda sukai. Rasa yoghurt yang bervariasi bisa dipadukan sesuai selera.
WHAT WE NEED
1 yoghurt
potongan buah
mangkok
pisau
STEP 1
Potong buah sesuai selera
STEP 2
Tuangkan yoghurt ke dalam mangkok
STEP 3
Masukkan potongan buah ke dalam yoghurt, tata sesuai selera.
VOILA!!! DONE!!! SUPER SIMPLE AND EASY!!!
selamat mencoba~
FLASHBACK
FLASHBACK
Apasih Flashback itu?
Menurut saya sendiri
"FLASHBACK" berarti memutar kembali atau mengulang kembali, entah itu
berupa suatu benda mati (karya seni film, drama, buku, dsb), perasaan, memori,
ingatan, masalah, maupun suatu bentuk kegiatan lain yang dapat di-recall kembali.
Dari hasil browsing mbah
google :
kilas
balik
n 1: transisi (dalam karya sastra atau sandiwara atau film) untuk
sebelumnya acara atau pemandangan yang interrupts normal
kronologis perkembangan cerita [ant: (flash-forward)]
2: hidup yang tidak diharapkan tetapi perulangan dari pengalaman masa lalu
(khususnya yang kambuh dari efek yang
obat hallucinogenic diambil banyak sebelumnya)
n 1: transisi (dalam karya sastra atau sandiwara atau film) untuk
sebelumnya acara atau pemandangan yang interrupts normal
kronologis perkembangan cerita [ant: (flash-forward)]
2: hidup yang tidak diharapkan tetapi perulangan dari pengalaman masa lalu
(khususnya yang kambuh dari efek yang
obat hallucinogenic diambil banyak sebelumnya)
[N]
(Memori): fakultas (): memori, ingatan, kenangan,
pengakuan, ingatan, kambuh, kilas balik, kembali,
retrospeksi.
pengakuan, ingatan, kambuh, kilas balik, kembali,
retrospeksi.
Saya mencoba untuk melakukan
kilas balik atau "FLASHBACK" secara pribadi. Akhir-akhir ini saya
sering merasa kesepian. Berbeda dengan kesendirian, tidak sendirian
seperti kelebai-an di film-film. Mungkin hanya perasaan saja atau
entahlah.
Dunia perkuliahan
semester ini sangat menyita waktu para mahasiswa angkatan 2012 di fakultas
saya. Tugas-tugas menumpuk, kegiatan diluar akademik seperti kepanitiaan, libur
yang terjepit (tentunya dimanfaatkan untuk pulang kampung) dan transisi
perubahan menuju mahasiswa tingkat atas. Hampir semua anak asik bergumul dengan
kesibukan itu, namun ada juga yang terjebak atau tersesat, maupun kabur dari
rutinitas itu. Kabur untuk selamanya dan bisa saja bertemu lagi di semester
depan. HAHA.
Saya sendiri akhirnya
menyadari apa yang saya inginkan dalam hidup. Disisi lain tidak dapat begitu
saja kabur meninggalkan realitas. Konflik batin membuat saya ingin menarik diri
dari semuanya, semua hal. Kesepian dan kesendirian sering mewarnai kehidupan
pada semester 4 ini. Mungkin trauma akan trust issues terhadap
beberapa oknum mendoktrin otak saya dengan tegas berkata "CUKUP TAU".
Menimbulkan ketakutan untuk kembali percaya setelah datangnya
kekecewaan-kekecewaan itu.
Sejak kecil, kehidupan
membawa saya untuk selalu menjadi “petualang”. Seringnya berpindah tempat serta
ketidakmampuan untuk memilih sesuatu membentuk karakter saya hingga sekarang.
Sebenarnya saya adalah seorang planner sejati, akan tetapi
realita seringkali memutarbalikkan harapan. Jadi ya, mohon harap maklum dengan
kecuekan atau keapatisan saya.
Hari minggu ini terjadilah sebuah keajaiban, seakan-akan
telah menjawab semua pertanyaan keraguan saya. Sepertinya Tuhan telah menjawab
doa sang pertapa dengan seribu kebajikan dan kebijaksanaan. “Hidup itu seperti
berjalan diatas seutas tali.” Disisi lain kita harus terus melangkah ke depan
jika ingin maju, tetapi disisi lain kita juga harus bisa membuang keegoisan
kita agar tidak terjatuh. “Ikhlas untuk berubah”. Kita berjalan pada tali yang
masing-masing individu pun berbeda, tetapi kita saling bergandengan dengan
orang lain di tali-tali lain. Semuanya itu tidak hanya tentang diri kita
sendiri, tetapi bagaimana posisi kita dengan orang lain. Kita ini Zool Politicon, ya makhluk sosial.
Kita bukanlah manusia yang sempurna. Kesempurnaan
hanya milik Tuhan. Maka sudah sewajarnya kita pasti akan berbuat salah kok.
Saya belajar bahwa untuk melanjutkan hidup kita itu berarti juga melanjutkan hidup untuk orang
lain. Bukalah diri kita sebebas mungkin, baik secara pemikiran, tindakan, atau
pun perasaan. Jangan sampai kita terjebak dengan ‘pemikiran kolot’. Teruslah
berusaha untuk menjaga keseimbangan antara diri sendiri dengan sesama. Luangkanlah
waktu untuk “mem-flashback” setiap kejadian yang terjadi. Jadikanlah sebuah
pembelajaran, baik buruknya, susah-senangnya, pahit-manisnya agar kelak kita
tak perlu mengeryutkan kening(MENYESAL) saat nanti melakukan “FLASHBACK”.
Salam,
Nindy a.k.a Nino
PUSTAKA
http://id.w3dictionary.org/index.php?q=flashback
Senin, 12 Mei 2014
TAKE A LOOK CLOSER
Take a look closer
Take a look closer, won't you?
See me through the rain
Wait for a sun to shine
Come to see me now
Come to see me now
I've got a smile for a new life
Wait until you come
They say "Life it's hard, die is easy"
I know
But If I'm with you, my life would be different
I know
Faraway from the beginning
Our state of love
Like a dreams, it happens so fast
What are we become?
At this time, I don't know what is really going on. I tried the best I can do to fix everything, but I can't. I'm only human.
For the best, I must do what I should do. Getting done my assignments. But my heart cannot be bruised anymore. Tired to live like this. My soul was high, driven by intuition. All I really want is just thinking and doing art and music things everyday. I don't like this kind of situation right now. So frustated til I don't have any words to decribe it.
Not just pretty tiring, but I was teared and broke.
Tears, Nino
Selasa, 15 April 2014
Free Your Mind
Free your mind. Baby. Yeah.
Suatu ketika saat sedang bersantai, saya tersadar bahwa kita terbiasa mengikuti alur mekanistik dunia kapitalisme masa kini. Siapa sih jaman sekarang yang tidak mendewakan uang, harta benda dan wanita? (haha buat yang cewek ya mendewakan pria). Kalo dengerin obrolan cewe kampus isinya cuma cowooo melulu, kayak nggak ada cerita lain aja.
Sinar mentari yang akhir-akhir ini malu untuk menyapa manusia, dikalahkan oleh keberanian si hujan deres. Yes! Surabaya adem. Cucian gue apakabar? HAHA
Sejenak membawa angan untuk berlabuh di pulau kapuk, merenungkan berbagai hal. Kamar dirumah tante saya ini memang menyenangkan untuk bersantai, desain interior minimalis dengan pemandangan pepohonan di perumahan yang asri. Terlebih sehabis hujan. Sehingga seringkali tante hanya dapat berdehem menyindir kemageran saya.
Heidegger menyebut manusia dengan Dasein (ada di situ atau ada di sini). Dasein adalah khas manusia sebagai mahluk yang memiliki pengertian tentang Ada. Ada tiga sifat yang menandai keberadaan Dasein yaitu "faktisitas", "eksistensialitas" dan "kemerosotan".
Faktisitas adalah kenyataan bahwa manusia, diluar kemauannya, terdampar di dunia dengan kondisi dan situasi tertentu. Faktisitas ini mengandaikan kebebasan eksistensial manusia untuk mewujudkan kemampuan dan menentukan diri, masuk ke eksistensialitas dimana manusia memikul tanggung jawab pribadi untuk membentuk hidupnya sendiri.
Sedangkan "kemerosotan" adalah keadaan ketika manusia cenderung untuk menyesuaikan diri dengan dunia sekitar, akibat kurang penghayatan terhadap eksistensialitasnya. Di sini manusia tidak autentik lagi. Untuk mengatasi kemerosotan ini, menurut Heidegger, adalah dengan mengenal Angst (rasa takut tak berobyek).
Angst dapat muncul jika manusia membuka diri bagi suara hati. Suara hati dapat mengingatkan manusia dari kelupaannya dan kembali menerima eksistensialitasnya sehingga kembali menjadi manusia autentik.
Suara hati. Apasih. Malah bercanda.
Pernahkan kalian terpikir untuk benar-benar mendengarkan suara hati kalian?
Ini terjadi saat saya mulai belajar untuk mencari bukti "makna" dari setiap hal yang telah dilakukan, terasa adanya "kemerosotan" pada anggapan faktisitas dalam kehidupan saya. Setiap pagi ke kampus udah kayak ZOMBIE. Bed-head, gaya serampangan, mata panda pake sikap ngeselin. Ini orang rese banget yah. Diusia mendekati 20 ini, cie, sudah waktunya saya mulai memperjuangkan "eksistensialisme saya sendiri. Cukup sudah berenang dalam kolam arus yang empunya sendiri pun tidak tahu-menahu arah yang dituju. Mengingat masih berkutik pada masalah antara lanjut perkuliahan psikologi atau mengejar mimpi seni.
Saya bukanlah orang yang egois sebenarnya, tetapi melihat ke belakang yang sudah terjadi dalam kehidupan dulu membuat saya berpikir ulang. Harus berani mengambil sikap. Mau sampai kapan kayak gini, hah!
Melihat kenyataan disekitar, saya sangat bersyukur kepada Yang Maha Kuasa. Diberi kelimpahan yang berlebih dibanding teman-teman yang mungkin kurang beruntung. Ada manusia yang memiliki itikad baik meskipun ia tau dunia ini kejam. Ada juga yang menyerah begitu saja lalu terjun ke dalam arus percobaan.
Beberapa malaikat itu membuat saya tertegun. Dengan segala keterbatasan para malaikat itu terus berusaha menerjang arus. Wajahnya selalu berhiaskan senyum meskipun saya tau betapa beratnya ia menahan diri untuk tidak bersedih.
Saya ingin sekali membantunya. Pada akhirnya terjun juga. Walaupun tidak terlalu mengurangi beban beratnya. Tetapi saya bahagia melihat secercah harapan itu sempat tergambar diwajahnya. Malaikat itu.
Dengan rendah hati mereka masih menyimpan tenaga untuk membantu saya berdiri diatas masalah saya sendiri. Salut. Terimakasih para malaikat, entah bagaimana hidup saya tanpa kehadiran kalian.
Sudah saatnya kita mulai bijaksana dalam menyikapi problematika hidup. Kata orang "Wise in choosing". Sekarang saya mengerti maknanya. Dulu sih cuma suka sok-sokan ngomong ke orang lain.
Semua usaha telah dikerahkan untuk mencari kepastian, tinggal menunggu hasil yang terbaik. Amin.
Akhir kata, ini bukan makalah atau karya tulis. Cuma buah pemikiran saya. Anda harus memilih, mau menyerah atau berusaha? Saya memilih untuk tetap berusaha.
Ini bukan akhir. Jalan masih panjang. Terus berjuang kawan!
SUMBER
http://upek_saka.blog.de/2005/07/19/mencari_manusia_autentik/
Suatu ketika saat sedang bersantai, saya tersadar bahwa kita terbiasa mengikuti alur mekanistik dunia kapitalisme masa kini. Siapa sih jaman sekarang yang tidak mendewakan uang, harta benda dan wanita? (haha buat yang cewek ya mendewakan pria). Kalo dengerin obrolan cewe kampus isinya cuma cowooo melulu, kayak nggak ada cerita lain aja.
Sinar mentari yang akhir-akhir ini malu untuk menyapa manusia, dikalahkan oleh keberanian si hujan deres. Yes! Surabaya adem. Cucian gue apakabar? HAHA
Sejenak membawa angan untuk berlabuh di pulau kapuk, merenungkan berbagai hal. Kamar dirumah tante saya ini memang menyenangkan untuk bersantai, desain interior minimalis dengan pemandangan pepohonan di perumahan yang asri. Terlebih sehabis hujan. Sehingga seringkali tante hanya dapat berdehem menyindir kemageran saya.
Heidegger menyebut manusia dengan Dasein (ada di situ atau ada di sini). Dasein adalah khas manusia sebagai mahluk yang memiliki pengertian tentang Ada. Ada tiga sifat yang menandai keberadaan Dasein yaitu "faktisitas", "eksistensialitas" dan "kemerosotan".
Faktisitas adalah kenyataan bahwa manusia, diluar kemauannya, terdampar di dunia dengan kondisi dan situasi tertentu. Faktisitas ini mengandaikan kebebasan eksistensial manusia untuk mewujudkan kemampuan dan menentukan diri, masuk ke eksistensialitas dimana manusia memikul tanggung jawab pribadi untuk membentuk hidupnya sendiri.
Sedangkan "kemerosotan" adalah keadaan ketika manusia cenderung untuk menyesuaikan diri dengan dunia sekitar, akibat kurang penghayatan terhadap eksistensialitasnya. Di sini manusia tidak autentik lagi. Untuk mengatasi kemerosotan ini, menurut Heidegger, adalah dengan mengenal Angst (rasa takut tak berobyek).
Angst dapat muncul jika manusia membuka diri bagi suara hati. Suara hati dapat mengingatkan manusia dari kelupaannya dan kembali menerima eksistensialitasnya sehingga kembali menjadi manusia autentik.
Suara hati. Apasih. Malah bercanda.
Pernahkan kalian terpikir untuk benar-benar mendengarkan suara hati kalian?
Ini terjadi saat saya mulai belajar untuk mencari bukti "makna" dari setiap hal yang telah dilakukan, terasa adanya "kemerosotan" pada anggapan faktisitas dalam kehidupan saya. Setiap pagi ke kampus udah kayak ZOMBIE. Bed-head, gaya serampangan, mata panda pake sikap ngeselin. Ini orang rese banget yah. Diusia mendekati 20 ini, cie, sudah waktunya saya mulai memperjuangkan "eksistensialisme saya sendiri. Cukup sudah berenang dalam kolam arus yang empunya sendiri pun tidak tahu-menahu arah yang dituju. Mengingat masih berkutik pada masalah antara lanjut perkuliahan psikologi atau mengejar mimpi seni.
Saya bukanlah orang yang egois sebenarnya, tetapi melihat ke belakang yang sudah terjadi dalam kehidupan dulu membuat saya berpikir ulang. Harus berani mengambil sikap. Mau sampai kapan kayak gini, hah!
Melihat kenyataan disekitar, saya sangat bersyukur kepada Yang Maha Kuasa. Diberi kelimpahan yang berlebih dibanding teman-teman yang mungkin kurang beruntung. Ada manusia yang memiliki itikad baik meskipun ia tau dunia ini kejam. Ada juga yang menyerah begitu saja lalu terjun ke dalam arus percobaan.
Beberapa malaikat itu membuat saya tertegun. Dengan segala keterbatasan para malaikat itu terus berusaha menerjang arus. Wajahnya selalu berhiaskan senyum meskipun saya tau betapa beratnya ia menahan diri untuk tidak bersedih.
Saya ingin sekali membantunya. Pada akhirnya terjun juga. Walaupun tidak terlalu mengurangi beban beratnya. Tetapi saya bahagia melihat secercah harapan itu sempat tergambar diwajahnya. Malaikat itu.
Dengan rendah hati mereka masih menyimpan tenaga untuk membantu saya berdiri diatas masalah saya sendiri. Salut. Terimakasih para malaikat, entah bagaimana hidup saya tanpa kehadiran kalian.
Sudah saatnya kita mulai bijaksana dalam menyikapi problematika hidup. Kata orang "Wise in choosing". Sekarang saya mengerti maknanya. Dulu sih cuma suka sok-sokan ngomong ke orang lain.
Semua usaha telah dikerahkan untuk mencari kepastian, tinggal menunggu hasil yang terbaik. Amin.
Akhir kata, ini bukan makalah atau karya tulis. Cuma buah pemikiran saya. Anda harus memilih, mau menyerah atau berusaha? Saya memilih untuk tetap berusaha.
Ini bukan akhir. Jalan masih panjang. Terus berjuang kawan!
SUMBER
http://upek_saka.blog.de/2005/07/19/mencari_manusia_autentik/
Rabu, 18 September 2013
HELLO WORLD (AGAIN)
Saat menulis postingan blog ini saya sedang mengambil cuti kuliah sementara waktu. Ada kerjaan baru? Tidak, saya sakit. Tempo hari pada badan saya muncul bintik-bintik merah dan demam, gejala infeksi virus-kecapean kata dokter. I've drilled myself too much, haven't I?
Saat ini saya memutuskan untuk nge-blog, ingin sekedar mencurahkan pikiran saya beberapa hari ini. kebebasan ini membuat saya sadar. Bukan psikologi hal yang benar-benar ingin saya pelajari. Ada hal yang sangat ingin saya kejar. Musik.
Melihat kejadian masa lalu yang tidak memungkinkan untuk menekuni musik, lantas pikiran saya bercabang. Diantara realitas sekarang sebagai mahasiswa tahun kedua di psikologi bertentangan dengan keinginan saya untuk menjadi musisi yang sedemikian kuat. Jujur saya capek sama tetek bengek perkuliahan di psikologi. Bukan hanya karena masalah internal dan eksternalnya, tapi ini bukan 'GUE BANGET'.
Ya, tersadar sekarang bahwa sejak kecil hal yang selalu konsisten saya lakukan adalah bernyanyi dan bermain musik. Sayang cuma sayang, sifat mudah bosan saya mengakibatkan ketidakfokusan dalam menekuni musik. Sempat beberapa kali mengambil les musik dna vokal, namun bosan. Itu saja, saya menyerah. Penyesalan datang sekarang. Jika saja dulu saya memiliki komitmen dan semangat tinggi dalam bermusik, saya sudah menjadi musisi. Bukan dilihat dari sukses tidaknya, tetapi menjadi orang seperti yang saya inginkan. To be what I always wanted to be.
Kepercayaan diri yang rendah adalah titik permasalahan terbesar saya hingga saat ini. Dengan cuek saya terlalu naif berpikir bahwa semuanya akan baik-baik saja, namun jauh dalam tindakan nyatanya selalu ada bayang-bayang pesimistis. Poin inilah yang sekarang jadi pe-er saya. Karena meskipun pada akhirnya mungkin tidak menggeluti kancah musik, semua bidang juga memerlukan kepercayaan diri yang baik. Nyokap pernah bilang, " Bukannya Ibu nggak mau kamu jadi seniman. Tapi pikir aja, kalau kamu sendiri tidak punya keperayaan diri dan keyakinan terhadap hasil karyamu, gimana kamu bisa buat orang lain percaya? "
Kata-kata beliau seakan menampar muka saya terlampau keras. Itu benar. Jadi sebab itulah mengapa saya berada di psikologi sekarang seperti anjuran kedua orangtua saya. Bukannya saya benci atau tidak menyukai psikologi. Suka kok. Tapi bukan ini hal yang ingin saya pikirkan setiap hari, apalagi untuk diperjuangkan. Bukan, bukan ini.
Bagaimana saya bisa menjadi seorang psikolog yang baik jika saya sendiri tidak bisa menyelesaikan masalah saya sendiri. Ironis. Belajar mendengarkan orang lain? Saya lebih suka bertindak sebagai pembicara, bukan pendengar. Kasian amat orang yang nanti saya konseling. Saya tidak mau jadi orang yang bekerja hanya untuk mencari uang. Saya ingin lebih. Saya harus jadi 'ORANG YANG SAYA INGINKAN'.
Sementara ini saya bersabar, berkutat dalam kenyataan. Tugas dan pelajaran yang mulai berat pada tahun kedua ini semakin membuat saya berpikir terus untuk mendekati impian menjadi musisi. Bingung. Terjebak. Ingin keluar, tetapi tidak tahu kemana dan bagaimana untuk memulai.
YASUDAH
Jalanin aja ini dulu. Berharap impian saya akan jadi kenyataan.
Semoga ada pencerahan. Hingga saat itu tiba, bolehkah saya terus berharap?
Evening
Senin, 20 Mei 2013
Love, Love, Love
Mengapa ilham datang disaat orang bilang "Cause baby, it's too late to say a goodnight and too early too say a goodmorning".
Entahlah
Aku tak mengerti
Cinta
Siapa
Aku, kamu, dia?
Sembari si Arctic Monkeys mendendangkan lagu 505 milik mereka, saya mencoba untuk menulis postingan di blog ini. Baru tersadar, saya memang bego. Ternyata selama ini saya selalu mencintai seseorang yang tidak mencintai saya. Dan selalu, jika mengenai lelaki itu, saya berusaha untuk mencari tahu segalanya tentang dia. Bahkan hal teromantis yang pernah dilakukan hingga menulis lagu untuknya, merekamnya, lalu berharap suatu saat akan tiba moment dimana kebenaran itu akan terungkap.
Sebaliknya hal itu malah terjadi berulang-ulang seperti sebuah siklus kehidupan, dengan rumusannya :
Saya mencintai seseorang + Saya berusaha mencintai seseorang = Orang itu tidak mencintai saya
Sahabat saya berkata, mungkin memang itu belum jodoh saya. Tapi, HEY!!! Lantas kapankah kebahagiaan itu akan datang? Mungkinkah nasib berkutat pada rumusan diatas!?! Bak mengerjakan soal matematika nih ye, ada alternatif rumusan lainnya, antara lain :
1. Orang lain mencintai saya + Saya mencintai yang lain = Saya dan dia sama-sama tidak mendapat hati orang yang kita cintai
2. Saya mencintai seseorang + Dia mencintai saya = Tetap tidak bersatu
Mungkin memang saya kurang beruntung dalam hal percintaan. Atau memang belum waktunya, seperti ada pepatah "Right person, right place, right time and the right situation". Mungkin sekarang saya berada dalam zona WRONG AT EVERYTHING kali ya HAHAHAHA *berusaha menghibur diri.
Namun satu hal yang bisa saya banggakan dari diri saya dalam hal mencinta. Ya, saya selalu mencintai seseorang dengan tulus. Tidak memandang seberapa buruk dirinya di mata orang, kendati cerca dan dera menimpa, tetap menerima dirinya apa adanya. Sempat dulu dijauhin orang juga, hanya karna saya mencintai seseorang yang menurut orang lain *maaf tidak pantas untuk dicintai. Tidak ada yang dapat mengalahkan kelebihan saya di bidang itu. Dan totalitas mencintai itulah yang selalu saya pegang hingga sekarang. Sebaliknya, itu memunculkan kontradiksi ketika menuntut seseorang yang mencintai saya agar juga secara 'totalitas' mencintai saya.
Perlukah saya mencari solusi dalam memecahkan permasalahan cinta dalam hidup saya?
Ini juga gue lagi berusaha nyari
Dari sekian lelaki yang anda cintai apa persamaanya?
Sosok yang anti-mainstream, independent, suka The Beatles sama Arctic Monkeys. Kind of guy with a metaphor, that makes me curious plus confused. Janggal juga antara emang kebetulan apa sengaja ngincer yang hobinya sama. :D
Kesalahan yang selalu dilakukan?
Terlalu terburu-buru dan terobsesi dalam menjalin sebuah hubungan, mungkin itu yang bikin ngeri juga. Saya sendiri tidak dapat menghentikan kebiasaaan buruk ini.
Rencana ke depannya?
Tetep mencintai dengan tulus, walau itu tidak mudah. Semoga saja pada akhirnya akan menemukan lelaki yang bisa membuat rumusan baru :-) cheers
Well, I gotta sleep now bye!
Selasa, 23 April 2013
I'M BACKKKKKKK!!!!
Rasanya udah lama banget gue nggak nge-blog dan ngebuat postingan di social media manapun. Entah kenapa sekarang ini disaat gue lagi ngerjain tugas uts filsafat buat besok pagi malah kejadiannya pingin buka-buka blog lama. Membuka memori dan kenangan lama. Gue sempet stalkerin worpressnya ma frou, si Indah. Beberapa postingan lamanya menceritakan tentang gue. Ah, she's my very great friend!
Jadi berasa nyata 'eksistensialisme' gue karena ada dirinya. (sori kebawa pelajaran filsafat). And I'm really thankful for the presence of her in my life at any kind of situation. Kita udah 7 tahun temenan loh, sempet LDF (Long Distance Friendhips) juga. Dan kalo belom curhat sama doi tuh rasanya belom plong. Terimakasih atas kecanggihan teknologi, jarak seakan tak pernah memisahkan kita.
Membaca, merenungi dan membuka-buka postingan lama di berbagai ranah social media seakan mengajak saya untuk memikirkan sejenak tentang 'eksistensialisme' saya di dunia ini. Dan memang jujur saja, semenjak tahun 2013 ini fisik saya melemah, gampang penyakitan dan capek. Secara psikis, saya sering merasakan kekosongan dan kebosanan yang berlebihan entah mengapa. Saat membaca postingan doi tentang saya semasa SMA dan postingan wordpress saya sendiri, sungguh saya baru menyadari bahwa peristiwa-peristiwa itu sudah lampau terlewati. Saya kira itu baru kemarin. Mengingat wajah saya memang segini-segini aja nggak tambah tua :-D YEAYYYYY!!!! (fakta loh ini, bahkan kalo jalan sama ade gue, malah dikira gue yang adenya, actually we're 5 years different. And my sister sometimes get mad because of that HAHA).
Hidup itu cepet banget ya? nggak kerasa, di saat gue dulu harus melewati masa-masa sulit itu sendirian. dan sekarang gue udah nge-kos, jauh sama keluarga. Oiya sekarang gue udah semester 2 di Surabaya, Psikologi Unair. Jujur gue kangen sama kehidupan gw di Jakarta. Kangen sama keluarga, rumah gue, anjing gue. Temen-temen setia gue (MISS YOU GUYS REALLYYYYY). Kangen sama kebiasaan yang udah gue lakuin disana. Mengingat gue sedari lahir pindah-pindah rumah dan kota, di Jakarta cukup lama yah 6 tahun. Mungkin begitu banyak sebagian besar udah memengaruhi pola pikir serta kepribadian. Btw, hey MUMOS STUDIO apakabar ya? kangen sama para kakak studio si Mas Broh, Kak Eddie dkk. I miss those guys so bad! kapan bisa nge-jamm bareng lagi huhu ;'(
HEH!!! TUGAS FILSAFAT LU NIN OMG *LEBAY
(Maaf buat yang baca kalo postingan gue nggak penting, gaya bahasanya jelek banget. Harap maklum udah setahun lebih nggak nge-post)
Oiya gue juga lagi galau sama masa depan gue. Masih berusaha mencari pencerahan. Heeemmm doakan ye semoga dapet pencerahan. Tapi gue sekarang lebih kuat dan tegar nih hehe. Masalah pacar sih masih dong. Masih single maksudnya hehe. Yah, nyaris sebenernya tapi ya mungkin emang guenya aja yang rese (?!?) atau gua juga nggak ngerti. Sudahlah GO WITH THE FLOW...
Entar gue lanjutin lagi ceritanya, get back tugas uts gue coy udah jam 3 (almost)
CIAO, see you
xoxo
Putri Anindita
Eh, visit my soundcloud https://soundcloud.com/putri-anindita
THANKYOU , LOVE YA !!!
Jadi berasa nyata 'eksistensialisme' gue karena ada dirinya. (sori kebawa pelajaran filsafat). And I'm really thankful for the presence of her in my life at any kind of situation. Kita udah 7 tahun temenan loh, sempet LDF (Long Distance Friendhips) juga. Dan kalo belom curhat sama doi tuh rasanya belom plong. Terimakasih atas kecanggihan teknologi, jarak seakan tak pernah memisahkan kita.
Membaca, merenungi dan membuka-buka postingan lama di berbagai ranah social media seakan mengajak saya untuk memikirkan sejenak tentang 'eksistensialisme' saya di dunia ini. Dan memang jujur saja, semenjak tahun 2013 ini fisik saya melemah, gampang penyakitan dan capek. Secara psikis, saya sering merasakan kekosongan dan kebosanan yang berlebihan entah mengapa. Saat membaca postingan doi tentang saya semasa SMA dan postingan wordpress saya sendiri, sungguh saya baru menyadari bahwa peristiwa-peristiwa itu sudah lampau terlewati. Saya kira itu baru kemarin. Mengingat wajah saya memang segini-segini aja nggak tambah tua :-D YEAYYYYY!!!! (fakta loh ini, bahkan kalo jalan sama ade gue, malah dikira gue yang adenya, actually we're 5 years different. And my sister sometimes get mad because of that HAHA).
Hidup itu cepet banget ya? nggak kerasa, di saat gue dulu harus melewati masa-masa sulit itu sendirian. dan sekarang gue udah nge-kos, jauh sama keluarga. Oiya sekarang gue udah semester 2 di Surabaya, Psikologi Unair. Jujur gue kangen sama kehidupan gw di Jakarta. Kangen sama keluarga, rumah gue, anjing gue. Temen-temen setia gue (MISS YOU GUYS REALLYYYYY). Kangen sama kebiasaan yang udah gue lakuin disana. Mengingat gue sedari lahir pindah-pindah rumah dan kota, di Jakarta cukup lama yah 6 tahun. Mungkin begitu banyak sebagian besar udah memengaruhi pola pikir serta kepribadian. Btw, hey MUMOS STUDIO apakabar ya? kangen sama para kakak studio si Mas Broh, Kak Eddie dkk. I miss those guys so bad! kapan bisa nge-jamm bareng lagi huhu ;'(
HEH!!! TUGAS FILSAFAT LU NIN OMG *LEBAY
(Maaf buat yang baca kalo postingan gue nggak penting, gaya bahasanya jelek banget. Harap maklum udah setahun lebih nggak nge-post)
Oiya gue juga lagi galau sama masa depan gue. Masih berusaha mencari pencerahan. Heeemmm doakan ye semoga dapet pencerahan. Tapi gue sekarang lebih kuat dan tegar nih hehe. Masalah pacar sih masih dong. Masih single maksudnya hehe. Yah, nyaris sebenernya tapi ya mungkin emang guenya aja yang rese (?!?) atau gua juga nggak ngerti. Sudahlah GO WITH THE FLOW...
Entar gue lanjutin lagi ceritanya, get back tugas uts gue coy udah jam 3 (almost)
CIAO, see you
xoxo
Putri Anindita
Eh, visit my soundcloud https://soundcloud.com/putri-anindita
THANKYOU , LOVE YA !!!
Minggu, 25 Desember 2011
UNGARAN : Unforgettable Runaway
Have you ever heard about "UNGARAN" city?
Im sure not all of you really knows about this city.
TRAVELLING ???
Akhirnya, gue post ini juga. Sebenernya udah lama banget suka jalan-jalan, tapi sering males buat nge-post ato share ke tempat lain. haha, maybe it's the right time to share :)
Jumat, 07 Oktober 2011
KOOP is SO COOP (COOL i mean haha)
This was background music in JCO cafe when i was sitting and chattin with my friends there. I heard it, then got my cellphone. Pick music recognition and found this band. I never thought is going to be reaaaally kawll like this. Really love the tunes, easy listening and gain my mood. Anyway, i am studying for mid exams tommorow now. haha shouldn't i stopped? no, haha you'd better continuing your studying siyprincess -_____-.
okaaay , okaaaay LOL.
chekidot!
okaaay , okaaaay LOL.
chekidot!
Sabtu, 01 Oktober 2011
Tahitianos 80 funkabitmore!!!
Tahiti 80 in somewhere at 25 Sep 2011
haha they're still kawlll
xavierrrr want to meet you man!
from youtube.com
Senin, 29 Agustus 2011
THOUGHTS OF THE DAY
I'd love to watch how they first decided to grow, sometimes fell, but still following their passionate. At the end, they will become a great succesful people. So never underestimate with other people, who knows who will be one of them? :-)))
Kamis, 23 Juni 2011
AWESOME 23 JUIN 2011, 6 days after turning 17!
Ga nyangka banget tadi pas buka notif siang-siang ada comment dari Xavier boyer haha. Dia bilang "old skool" profile picture gue. Ga nyesel juga pas di kampoeng jazz gabisa foto bareng kalo dikomenin gini hahaha. semoga mimpi gue buat kolaborasi sama tahiti 80 bakal terwujud, AMIIIIIIN.
Semangat nin!
Semangat nin!
Jumat, 10 Juni 2011
ANIME ANIME ANIME
Jaman masa kecil dulu kayanya sering banget liat anime jepang di tv. Jadi kangen trus nyari video-videonya di youtube. hehehe. seru sih, sayang sekarang acara tv lebih berorientasi sama orang dewasa, buat konsumsi anak-anak kurang banget. Bersyukur pas gue kecil banyakan acara anak-anaknya.
Nih salah satunya dr. Rin yang di sctv
Selasa, 19 April 2011
Langganan:
Postingan (Atom)



.jpeg)




