Saat ini saya sedang berada di lab statistik di fakltas saya. Setelah sejak beberapa jam lalu browsing musik, entah terpikir untuk melakukan sesuatu yang produktif, salah satunya dengan menulis postingan ini.
Soal hidup, saya mulai terbiasa untuk menyerahkan segalanya kepada Tuhan. Berusaha untuk tidak lagi memaksakan keegoisan saya, dan cukup menjalani kewajiban dengan sebaik-baiknya. Dan berharap bahwa Tuhan akan memberikan kejutan yang jauh lebih baik dari yang saya harapkan. Walaupun terkadang terasa berat, namun saya percaya ini adalah hal yang baik.
Mengenai cinta, setiap orang pasti pernah merasakan cinta. Baik dari orangtua, anak, pasangan, teman, makhluk hidup lain. Setelah sekian tahun berusaha untuk menyukai, saya tersadar apa cinta itu. Kemarin sempat melihat postingan pm teman saya di bbm, yang pada intinya, saat kita mencintai maka kita akan menjadi lebih bertoleransi terhadap sesama dan diri sendiri.
Ingin sekali saya dan band saya mengikuti ajang kompetisi, namun waktu belum tepat. Terkadang saya merasa lelah harus terus menjadi sosok yang mengejar mereka. Apakah hanya saya yang punya inisiatif?
Saya belajar bahwa dalam hidup, hidup itulah sendiri yang harus kita jalani. Seringkali kita terjebak dalam perjuangan kerasnya hidup atau berpasrah dengan galau. Tuhan, pencipta kita sudah mengatur hidup kita sedemikian rupa dengan indah. Bukanlah indah jika kita menjalani hidup dengan melakukan segala seuatunya sebaik-baiknya dan menyerahkan semuanya kepada-Nya. Jika memang itu yang dikehendaki-Nya, maka ia akan memberikannya kepada kita. Sebab kita manusia hanyalah makhluk fana yang selalu berusaha terlihat nyata.
Senin, 29 September 2014
Kamis, 21 Agustus 2014
KEHARUSAN
Keharusan
Selasa, 19 agustus 2014
16:00-16:47
Harus
berarti wajib dilakukan atau dengan kata lain tidak ada pilihan selain memang
dilakukan.
Suatu
sore menjelang senja saya sedang mati kebosanan di dalam mobil. Bibir saya
pecah-pecah sampai berdarah, oke itu hanya selingan. Pada intinya saya kesal.
Apakah memang dalam hidup ini kita harus melakukan sesuatu?
Disini
saya ingin mengambil arti yaitu keharusan dalam melakukan sesuatu pada
idealisme. Pola kehidupan masyarakat moderen menuntut kita menuruti persepsi
kehidupan ideal yang digambarkan. Estetika, baik itu fisik maupun penampilan,
kekayaan dan keberhasilan mendorong manusia berlomba-lomba meraih yang
terbaik.
Tetapi
apakah itu merupakah suatu keharusan?
Apakah kita harus melakukannya demi
mencapai gambaran 'ideal' tersebut?
Saya
ragu
Harus?
Diusia
ke duapuluh tahun ini merupakan gerbang awal menuju kedewasaan. Mungkin secara
umur saya sudah cukup tua, namun dari sisi psikologis dan tanggung jawab masih
sering dianggap seperti anak kecil.
Banyak
orang yang menggantungkan berbagai ekspektasi kepada saya. Dari tinggi hingga
rendah yang secara tidak langsung mengharuskan untuk dihadapi. Sekali lagi saya
bertanya, HARUSKAH?
Secara
logika suatu angka jika dijumlahkan akan menghasilkan angka yang lebih besar
lagi, terkecuali jika angka itu minus. Jika kita melakukan sesuatu yang
seharusnya dan kita lakukan terus maka akan bertambah pula sesuatu itu. Kata
orang, semakin banyak pengalaman maka semakin bagus. Baik maupun buruk.
Tetapi
apakah dalam hidup HARUS begitu?
Saya
rasa ada suatu misteri yang bahkan orang terjenius maupun tereligius sekalipun
tidak akan dapat memberikan jawaban secara konkrit. Sebab kita manusia tidak
akan pernah mengetahui pasti hidup kita akan seperti apa. Yang kita tau pasti perubahan bersifat konstan. Segala
sesuatu pasti berubah, itu yang pasti. Bukan merupakan keharusan, tetapi pasti
berubah tanpa siapapun berhak untuk mengharuskannya.
Yang
saya takutkan kini apakah dengan melakukan KEHARUSAN
maka hidup saya akan terjamin dengan baik?
Atau
saya memilih untuk berpasrah atau lari dari ekspektasi orang lain?
Bukankah
berat jika nanti hidup memutarbalikkan ekspektasi saya sendiri ditambah
cemoohan dari orang lain? Ya, saya tau sih mereka berani amat ngomong tanpa tau
situasi saya yang sebenarnya. Tapi begitulah hidup.
Hidup
merupakan suatu keharusan yang kita sendiripun tidak bisa mempertanyakan
sebenarnya siapa, apa, bagaimana, dimana, kapan-KAH KEHARUSAN itu sendiri.
Ternyata
kekesalan dan kekecewan masalah pribadi saya bisa berbuah menjadi sebuah
tulisan indah ini. Good job buat otak saya haha.
BUSCA
Kel Nascimento, "Busca"- live at the Berklee Internet Radio Network (BIRN)
When I first heard of this song, it reminded me to "Chega de Saudade"- Portuguese song. Maybe it's because they use the same language, so make it more ear-catchy and sounds familiar for me.
Cannot find the lyrics anywhere lol. But I think this song has a deep meaning about searching something. She done a really great masterpiece of her. I could feel what she was trying to touching our heart.
Busca-
love
Senin, 11 Agustus 2014
HURTS
Hey! just made this quote. Trying to describe what I'm feeling now, but it's really hard to write a nice sentences nor some decent words. Almost midnight and I can't sleep.
Minggu, 27 Juli 2014
HEALTHY SNACK
EASY KIWI'S YOGHURT
Pingin makan tapi takut gemuk? Malam itu saya laper, tapi inget lagi diet jadi pingin makan berat mikir dua kali haha. Mungkin snack ini bisa jadi alternatif yang menyehatkan buat kamu. Paduan potongan buah segar dengan yoghurt sangat baik untuk pencernaan. Saya memakai potongan buah kiwi, dapat diganti dengan buah apa saja yang anda sukai. Rasa yoghurt yang bervariasi bisa dipadukan sesuai selera.
WHAT WE NEED
1 yoghurt
potongan buah
mangkok
pisau
STEP 1
Potong buah sesuai selera
STEP 2
Tuangkan yoghurt ke dalam mangkok
STEP 3
Masukkan potongan buah ke dalam yoghurt, tata sesuai selera.
VOILA!!! DONE!!! SUPER SIMPLE AND EASY!!!
selamat mencoba~
MAKE UP!
EYELINER
FLASHBACK
FLASHBACK
Apasih Flashback itu?
Menurut saya sendiri
"FLASHBACK" berarti memutar kembali atau mengulang kembali, entah itu
berupa suatu benda mati (karya seni film, drama, buku, dsb), perasaan, memori,
ingatan, masalah, maupun suatu bentuk kegiatan lain yang dapat di-recall kembali.
Dari hasil browsing mbah
google :
kilas
balik
n 1: transisi (dalam karya sastra atau sandiwara atau film) untuk
sebelumnya acara atau pemandangan yang interrupts normal
kronologis perkembangan cerita [ant: (flash-forward)]
2: hidup yang tidak diharapkan tetapi perulangan dari pengalaman masa lalu
(khususnya yang kambuh dari efek yang
obat hallucinogenic diambil banyak sebelumnya)
n 1: transisi (dalam karya sastra atau sandiwara atau film) untuk
sebelumnya acara atau pemandangan yang interrupts normal
kronologis perkembangan cerita [ant: (flash-forward)]
2: hidup yang tidak diharapkan tetapi perulangan dari pengalaman masa lalu
(khususnya yang kambuh dari efek yang
obat hallucinogenic diambil banyak sebelumnya)
[N]
(Memori): fakultas (): memori, ingatan, kenangan,
pengakuan, ingatan, kambuh, kilas balik, kembali,
retrospeksi.
pengakuan, ingatan, kambuh, kilas balik, kembali,
retrospeksi.
Saya mencoba untuk melakukan
kilas balik atau "FLASHBACK" secara pribadi. Akhir-akhir ini saya
sering merasa kesepian. Berbeda dengan kesendirian, tidak sendirian
seperti kelebai-an di film-film. Mungkin hanya perasaan saja atau
entahlah.
Dunia perkuliahan
semester ini sangat menyita waktu para mahasiswa angkatan 2012 di fakultas
saya. Tugas-tugas menumpuk, kegiatan diluar akademik seperti kepanitiaan, libur
yang terjepit (tentunya dimanfaatkan untuk pulang kampung) dan transisi
perubahan menuju mahasiswa tingkat atas. Hampir semua anak asik bergumul dengan
kesibukan itu, namun ada juga yang terjebak atau tersesat, maupun kabur dari
rutinitas itu. Kabur untuk selamanya dan bisa saja bertemu lagi di semester
depan. HAHA.
Saya sendiri akhirnya
menyadari apa yang saya inginkan dalam hidup. Disisi lain tidak dapat begitu
saja kabur meninggalkan realitas. Konflik batin membuat saya ingin menarik diri
dari semuanya, semua hal. Kesepian dan kesendirian sering mewarnai kehidupan
pada semester 4 ini. Mungkin trauma akan trust issues terhadap
beberapa oknum mendoktrin otak saya dengan tegas berkata "CUKUP TAU".
Menimbulkan ketakutan untuk kembali percaya setelah datangnya
kekecewaan-kekecewaan itu.
Sejak kecil, kehidupan
membawa saya untuk selalu menjadi “petualang”. Seringnya berpindah tempat serta
ketidakmampuan untuk memilih sesuatu membentuk karakter saya hingga sekarang.
Sebenarnya saya adalah seorang planner sejati, akan tetapi
realita seringkali memutarbalikkan harapan. Jadi ya, mohon harap maklum dengan
kecuekan atau keapatisan saya.
Hari minggu ini terjadilah sebuah keajaiban, seakan-akan
telah menjawab semua pertanyaan keraguan saya. Sepertinya Tuhan telah menjawab
doa sang pertapa dengan seribu kebajikan dan kebijaksanaan. “Hidup itu seperti
berjalan diatas seutas tali.” Disisi lain kita harus terus melangkah ke depan
jika ingin maju, tetapi disisi lain kita juga harus bisa membuang keegoisan
kita agar tidak terjatuh. “Ikhlas untuk berubah”. Kita berjalan pada tali yang
masing-masing individu pun berbeda, tetapi kita saling bergandengan dengan
orang lain di tali-tali lain. Semuanya itu tidak hanya tentang diri kita
sendiri, tetapi bagaimana posisi kita dengan orang lain. Kita ini Zool Politicon, ya makhluk sosial.
Kita bukanlah manusia yang sempurna. Kesempurnaan
hanya milik Tuhan. Maka sudah sewajarnya kita pasti akan berbuat salah kok.
Saya belajar bahwa untuk melanjutkan hidup kita itu berarti juga melanjutkan hidup untuk orang
lain. Bukalah diri kita sebebas mungkin, baik secara pemikiran, tindakan, atau
pun perasaan. Jangan sampai kita terjebak dengan ‘pemikiran kolot’. Teruslah
berusaha untuk menjaga keseimbangan antara diri sendiri dengan sesama. Luangkanlah
waktu untuk “mem-flashback” setiap kejadian yang terjadi. Jadikanlah sebuah
pembelajaran, baik buruknya, susah-senangnya, pahit-manisnya agar kelak kita
tak perlu mengeryutkan kening(MENYESAL) saat nanti melakukan “FLASHBACK”.
Salam,
Nindy a.k.a Nino
PUSTAKA
http://id.w3dictionary.org/index.php?q=flashback
Langganan:
Postingan (Atom)


.jpeg)



